Artikel Lainnya

Ganes TH: Aksi Kemanusiaan dan Menjelajah Negeri Melalui Tulisan Ganes TH

Jun 06, 2018

Si Buta Dari Gua Hantu merupakan serial televisi yang sangat booming di tahun 90’an. Serial televisi yang mengangkat kehidupan pendekar buta ini diadaptasi dari komik Si Buta Dari Gua Hantu karya Ganes TH. Komik Si Buta Dari Gua Hantu adalah komik silat Indonesia yang pertama. Terbitan perdananya langsung “meledak” sehingga komik Indonesia saat itu menjadi dilanda “demam silat” dan banyak komikus lain yang juga membuat komik silat. Komik seri perdana Si Buta pun sampai dicetak ratusan kali.

Melihat kesuksesan komik ini tentunya tidak lepas dari peran pembuatnya, Ganes TH. Ganes Thiar Santoso (Thio Tiauw San) membuat komik si Buta terinspirasi dari  film koboi buta dari Italia yang dibintangi Cameron Mitchell, The Blind Gunfighter. Ganes lahir di Desa Gandu, Tanggerang, kemudian dibesarkan di daerah Jembatan Lima, Jakarta.

Sejak muda  Ganes hobi melukis, saat usianya menginjak 17 tahun Ganes bergabung dalam pameran di Bandung dan Jakarta. Ia memutuskan memperdalam jiwa seninya dengan mengambil pendidikan formal di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Yogyakarta –kini menjadi Institut Seni Indonesia (ISI). Karena keterbatasan biaya kuliah, Ganes kembali ke Jakarta. Ganes mendapat pesanan karikatur dari koran komunis Warta Bhakti.  Komik pertamanya berjudul 3 Pahlawan, ia juga membuat komik humor berjudul Mang Kiwil dan Si Le-Toy. Setiap tahun selalu ada karya baru yang ia buat dan berbagai genre.

Meletusnya G30S/PKI tepatnya di tahun 1966, membawa dampak buruk bagi Ganes TH, komiknya banyak yang disita. Pada saat itu dilakukan pembersihan – pembersihan salah satunya dikalangan pelukis. Posisi komik saat itu cukup terpojok, berbagai karya dan bacaan murahan yang dianggap bertentangan dengan Pancasila terpaksa disita.

Namun bukan Ganes namanya kalo mudah menyerah, ia tetap membuat komik. Tahun 1969 tercetuslah komik Si Buta Dari Gua Hantu ini. Dalam komik tersebut, Ganes TH banyak mengambil latar cerita dari banyak daerah di Indonesia. Terdapat 21 judul seri komik Si Buta Dari Gua Hantu yang menunjukkan perjalanan Si Buta mengelilingi Indonesia. Si Buta berkeliling Indonesia tanpa pernah mengucapkan kata Indonesia.

Ganes juga menulis komik romantis berjudul Kali Djodo. Ganes menceritakan Kali Djodo dalam perspektif yang berbeda, tidak ada pelacuran dan perjudian di sana. Komik ini lebih mengangkat permasalahan-permasalahan yang masih menghantui kawasan tersebut seperti kekerasan terhadap wanita, kemiskinan, dan premanisme.

Emansipasi terhadap konflik sosial selalu menjadi ciri khas setiap komik yang digubah oleh Ganes. Ia berusaha mengkritisi diskriminasi sosial yang banyak terjadi di masyarakat. Sayangnya, komik yang penuh dengan masalah moral ini banyak yang tidak diketahui anak-anak jaman sekarang. Minimnya dokumentasi dan pengarsipan komik-komik Indonesia masa lalu membuat komik-komik karya Ganes TH menjadi sangat langka dan sulit dijumpai. (Aspertina/TR)

Sekretariat Aspertina
EightyEight@Kasablanka Building Floor 32nd Unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88
Jakarta 12870. INDONESIA

Phone :+62 21-29820200. Fax : +62 21-29820144

Copyrights © 2011-2016. Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia. All Rights Reserved.