Artikel Lainnya

Edgar Xavier Marvelo: Medali Perak Wushu Untuk Indonesia

Sep 07, 2018

Muda, gesit, dan tangkas itulah tiga kata yang menggambarkan pemain wushu Indonesia, Edgar Xavier Marvelo. Ia baru saja memperoleh medali perak cabang olah raga Wushu di Asian Games 2018. Keberhasilannya ini adalah hasil ketekunannya sejak usia 8 tahun.

Edgar menyukai olah raga ini karena sewaktu kecil ia gemar menonton film kungfu yang dibintangi oleh Jet Li dan Jackie Chan. “Karena wushu itu unik dan beda dari yang lain dan memang sejak dulu saya suka nonton film seperti Jet Li dan Jackie Chan dulu,” ujarnya kepada Aspertina.  Kebetulan saat ia masuk sekolah dasar, sekolahnya memiliki ekskul wushu. Ia pun tertarik bergabung dengan ekskul tersebut, tepatnya pada tahun 2006.

Melihat usianya yang masih mudah dan baru pertama kali tampil di ajang Asian Games 2018, tidak ada yang mengharapkan apa-apa dari penampilannya. Ia hanya diminta memberikan penampilan terbaik saat bertanding.

Edgar masuk ke area pertandingan dengan penuh percaya diri, ia tidak boleh mengecewakan pelatih, rekan-rekan, keluarga dan negaranya. Edgar masuk dalam kategori nomor ChangQuan putra “Itu adalah pertandingan tangan kosong, dimana kita bertanding tidak memakai alat,” jelas pria berusia 19 tahun ini.

Saat bertanding, ia tidak mau melihat skor dari lawan mainnya. Ia takut jika melihat skor malah akan membuatnya merasa gugup. Gerakan lentur, serangan demi serangan, pukulan demi pukulan ia lakukan secara tepat. Hasil akhirnya, Edgar memperoleh 9,72 tepat dibawah Peiyuan Sun (China) yang memperoleh 9,75.

Berdasarkan perolehan nilai tersebut, Edgar bisa membawa pulang medali perak untuk Indonesia. Meskipun bukan emas, Edgar tetap bangga bisa menduduki peringkat ke-2 melihat lawan mainnya memiliki kualitas yang jauh lebih baik darinya.

Latihan di China

Sehari-hari Edgar berlatih di klub Wushu DKI, ia latihan sehari 2 kali latihan, dalam satu minggu bisa 6 kali latihan. Untuk saat ini Edgar memang hanya focus di latihan wushu saja.

Sebelum mengikuti Asian Games 2018, Edgar mengikuti pelatihan wushu di China. Edgar berlatih bersama rekan lainnya dari Indonesia serta atlit-atlit wushu dari China. Mereka sengaja dikirim untuk meningkatkan kemampuan yang mereka miliki. Latihan ekslusif selama 4 bulan bagi Edgar sangat berdampak bagi dirinya.

Bukan Medali Pertama

Medali perak yang ia raih bukanlah medali pertamanya, namun baginya ini adalah pencapaian terbaiknya di ajang pertandingan berskala besar. Setahun berlatih wushu, ia mengikuti Kejuaraan Nasional Wushu mewakili DKI dan meraih medali pertamanya pada kejuaraan junior nasional 2009. Kemudian di tahun 2011, ia medapatkan medali emas di Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Singapura.

Selang 3 tahun, Edgar memperoleh medali emas kembali di ajang Asean Schools Games Filipina 2014. Pada Sea Games 2017 lalu, ia berhasil meraih medali perunggu. Di tahun yang sama ia juga memperoleh medali perak pada kejuaraan dunia Wushu 2017 di Rusia. (Aspertina/TR)

Sumber gambar: detik.com

Sekretariat Aspertina
EightyEight@Kasablanka Building Floor 32nd Unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88
Jakarta 12870. INDONESIA

Phone :+62 21-29820200. Fax : +62 21-29820144

Copyrights © 2011-2016. Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia. All Rights Reserved.