Artikel Lainnya

Rumah Budaya Candra Naya

Jun 11, 2018

Di antara bangunan-bangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah yang ada di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat, terdapat sebuah rumah kuno yang tingginya lebih rendah. Rumah kuno ini adalah salah satu warisan budaya etnis Tionghoa yang masih tertinggal. Masyarakat sekitar menyebutnya Rumah Mayor, karena dulunya rumah ini milik Mayor Khow Kim An, seorang pengusaha Tionghoa yang sukses dan kemudian diangkat Mayor oleh pemerintah Hindia Belanda.

Rumah ini sudah berdiri sejak tahun 1800-an namun tidak jelas tanggal pastinya. Mayor Khow Kim An tinggal bersama keluarganya sekaligus dijadikan sebagai kantor. Setelah sang pemilik meninggal dunia di tahun 1945, rumah ini jatuh ke tangan ahli warisnya.

Pada tahun 1960-an rumah ini disewakan kepada perkumpulan sosial Sin Ming Hui (Candra Naya). Candra Naya kemudian memugar rumah ini dan menjadikannya tempat pelayanan pendidikan dan kesehatan. Sejak itulah rumah kuno ini lebih familiar dengan sebutan Rumah Candra Naya.

Lalu bagaimana ceritanya rumah ini masih tetap berdiri diantara bangunan tinggi? Pada tahun 1993, tanah disekeliling Rumah Candra Naya dibeli oleh perusahaan swasta. Hanya saja karena rumah ini adalah bangunan cagar budaya, maka tidak boleh dimusnakan. Rumah ini pun dipugar kembali agar tetap berdiri kokoh diantara bangunan tinggi. (Aspertina/TR)

Sumber gambar: Kompas

Sekretariat Aspertina
EightyEight@Kasablanka Building Floor 32nd Unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88
Jakarta 12870. INDONESIA

Phone :+62 21-29820200. Fax : +62 21-29820144

Copyrights © 2011-2016. Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia. All Rights Reserved.